Anatomi Fisiologi Jantung

Sumber: www.AnneAhira.com

Denyut jantung yang kuat akan membantu pembuluh darah dan pembuluh limfa untuk mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Oksigen pun akan disebarkan merata ke seluruh tubuh jika jantung dapat berfungsi maksimal. Karena itu, kesehatan jantung harus tetap terjaga. Untuk itu, kita harus memahami anatomi fisiologi jantung, agar makin menyadari betapa penting peran organ tersebut.

Jantung

Jantung manusia terletak di rongga dada, tepatnya di atas diafragma. Jantung terbungkus selaput bernama pericardium yang berlapis dua. Jantung terdiri dari empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Serambi jantung berfungsi sebagai tempat lewatnya darah dari luar jantung ke bilik. Namun, serambi juga bisa berperan sebagai pompa yang lemah, untuk membantu aliran darah dari serambi ke bilik. Sedangkan bilik akan menyuplai energi yang mendorong darah ke paru-paru dan sistem sirkulasi tubuh.

Pada sekat antara kedua serambi terdapat simpul saraf yang merupakan simpul saraf tak sadar. Simpul saraf tersebut bercabang-cabang menuju otot serambi jantung, lalu keluar sebagai suatu berkas yang disebut berkas His. Berkas ini menuju sekat antara kedua bilik, dan akhirnya bercabang-cabang ke seluruh bilik. Jantung juga dipengaruhi saraf simpatis dan parasimpatis. Stimulus saraf parasimpatis akan menurunkan frekuensi denyut jantung, sedangkan stimulus saraf simpatis justru bekerja sebaliknya.

Di antara serambi dan bilik jantung, ada katup atrioventrikuler (valvula bikupidal dan valvula trikupidal) yang berfungsi mencegah aliran darah dari bilik ke serambi selama sistol. Katup semilunaris (katup aorta dan katup pulmonal) mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke bilik selama diastol.

Ada tiga otot utama pembentuk jantung (miokardium), yaitu otot serambi, otot bilik, serta serabut otot perangsang dan penghantar khusus. Otot bilik jantung lebih tebal daripada otot serambi. Otot jantung bagian kiri pun lebih tebal daripada otot jantung sebelah kanan. Otot jantung bekerja dengan sendirinya tanpa mengikuti kehendak kita. Pada manusia normal, biasanya jantung berkontraksi 72 kali/menit dan memompa darah sebanyak 60 cc.

Periode dari akhir kontraksi hingga akhir kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Siklus ini terdiri dari periode relaksasi yang disebut diastol, yaitu bila serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang. Ketika itu, otot bilik mengendur maksimum dan ruang bilik mengembang maksimum. Periode kontraksi disebut sistol, yakni jika otot bilik jantung menguncup, dan darah dari dalam bilik dipompa ke pembuluh nadi paru-paru atau ke aorta secara bersamaan.

Peredaran darah dari jantung menuju paru-paru melewati aorta pulmonalis dan kembali ke jantung melalui vena pulmonalis dinamakan peredaran darah kecil. Sementara itu, peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan akhirnya kembali ke jantung disebut peredaran darah besar. Lantaran manusia memiliki kedua jenis peredaran darah tersebut, maka ia dikatakan mempunyai peredaran darah ganda.

Jantung juga membutuhkan makanan agar kerjanya maksimal. Makanan itu diperoleh dari nadi tajuk (arteria koronaria). Darah yang dipompa keluar jantung memiliki kekuatan dan kecepatan mengalir tertentu. Kekuatan ini dilanjutkan oleh pembuluh nadi. Karena otot pembuluh nadi bersifat elastis, maka nadi ikut berdenyut.

Tekanan darah dapat diukur dengan tensimeter. Pengukurannya meliputi tekanan sistol dan tekanan diastol. Pada orang dewasa sehat, umumnya sistol sebesar 120 mmHg dan diastol sebesar 80 mmHg. Hal tersebut dapat ditulis sebagai tekanan arteri = 120/80 (sistol/diastol).

Ketika bayi berada di dalam kandungan, jantungnya belum sempurna. Oksigen dan sari makanannya diperoleh dari ibu melalui plasenta. Sebab, waktu itu, sekat di antara dua serambi jantung belum menutup. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya lubang yang disebut foramen ovale, sehingga arteri yang menuju paru-paru dan aorta belum sempurna.

Saat bayi lahir, foramen ovale telah menutup. Pembuluh-pembuluh darah pun sudah berfungsi. Jika bayi telah lahir, namun arteri belum berfungsi dan lubang pada sekat di antara serambi belum menutup, maka si bayi akan menderita blue baby, yaitu bayi yang kekurangan oksigen dalam darah. Kasus semacam ini bisa diatasi dengan pembedahan jantung.

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Begitulah anatomi dan fisiologi organ jantung kita. Mengingat begitu vital perannya bagi hidup, maka kita harus menjaganya agar tetap sehat. Bagaimana caranya?

  • Olah raga aerobik ringan secara teratur. Misalnya, jalan kaki atau naik sepeda, minimal 1 jam setiap harinya.
  • Kurangi mengonsumsi makanan berlemak, agar tak terjadi penyumbatan pembuluh darah yang menuju jantung.
  • Hiruplah udara pagi yang bersih dan sejuk, untuk mengisi pembuluh darah dan jantung dengan oksigen murni.
  • Jika Anda suka tamasya, usahakan pergi ke tempat-tempat yang sejuk dan tenang untuk memperoleh kecukupan oksigen. Contohnya, pedesaan atau pegunungan.
  • Bermain bersama anak-anak akan membantu menurunkan denyut jantung yang sedang stres. Atau, peliharalah hewan kesayangan. Saat sedang lelah, bermainlah bersamanya.
  • Jika Anda tipe high achiever, maka tetapkan target dengan melihat kemampuan Anda. Jika target tak sesuai dengan kadar kemampuan, Anda akan sering kecewa atau tertekan sendiri.
%d bloggers like this: