Anemia pada Remaja dan Penyakit Lainnya

Sumber: www.AnneAhira.com

Anemia merupakan sebuah penyakit yang terjadi akibat tekanan darah rendah. Anemia bisa menyerang siapa pun, termasuk remaja. Anemia pada remaja terjadi akibat banyaknya aktivitas yang tidak dibarengi pola hidup sehat.

Remaja. Makhluk dengan seabrek aktivitas. Bagaimana tidak, sekolah, eskul, segala macam les, bermain, nonton televisi, jalan-jalan hingga surfing di dunia maya, bisa dijalaninya dalam waktu seharian penuh.

Belum lagi, remaja yang aktif di organisasi sekolah, seperti OSIS, Paskibra, Rohis atau Rokris, juga PMR. Mereka laksana super human yang full power dan tak kenal lelah. Maklum, mereka berkegiatan sehari-hari penuh dengan jiwa mudanya yang bergejolak.

Namun, ada kalanya mereka tidak memperhatikan kesehatan. Sering telat makan atau praktisnya hanya menyambar makanan siap saji yang terbukti tidak ada kandungan gizi baik bagi tubuh, istirahat tidak teratur, juga jarang olah raga.

Umumnya, mereka terserang penyakit yang kemudian akan dirintisnya menjadi penyakit bawaan kala sudah memasuki dunia kerja, seperti anemia, kekurangan darah, akibat terlalu memaksakan berpikir sekaligus melakukan kegiatan keremajaan lainnya dan melupakan pola hidup sehat.

Penyakit Remaja

Di antara macam penyakit yang sering menyerang anak usia remaja dan sering mereka anggap remeh adalah sebagai berikut.

1. Maag

Akibat sering telat, bahkan lupa makan, banyak remaja yang menderita penyakit tukak lambung ini. Lebih parah lagi, penyakit ini bisa juga karena kondisi psikis remaja yang umumnya memiliki jiwa labil.

Infeksi lambung juga bisa datang dari adanya bakteri yang masuk akibat makanan tidak steril atau mengandung zat berbahaya yang biasanya ada pada makanan cepat saji. Makanan tersebut sering dikonsumsi remaja dengan alasan ‘lagi tren’ dan takut dibilang ketinggalan zaman bila tidak ikut memakannya.

2. Anemia

Kekurangan darah yang disebabkan oleh asupan gizi tidak seimbang, seperti jarang memakan makanan yang mengandung zat besi, sayur dan vitamin dari buah. Kalaupun harus mengkonsumsi buah, biasanya, mereka memilih yang instan, seperti sari buah dalam minuman kaleng atau kotak yang sudah tercampur dengan bahan-bahan kimia sebagai tambahan penyedap rasanya.

Anemia mengindikasikan jumlah sel darah merah yang berada di bawah ambang batas. Terkadang, protein pembawa oksigen atau hemoglobin pada penderita anemia juga berkurang. Tidak jarang, mereka yang anemia mengalami kunang-kunang dan sesak napas hingga pingsan akibat kurang tersedianya O2 dalam darah.

3. Insomnia

Penyakit sulit tidur tidak hanya diderita orang dewasa, tetapi juga para remaja dengan tingkat stres yang tinggi. Ketika mereka hendak tidur, alam bawah sadarnya menolak sehingga otak dipaksa bekerja dua kali lipat karena pikiran mereka yang bermain-main.

Otak adalah salah satu bagian tubuh yang terus bekerja dalam kondisi sedang diam, tidur, atau beraktivitas. Namun, kerja otak dalam keadaan insomnia menyebabkan sinapsis atau sambungan saraf pada otak menerima instruksi tidak sistematis. Bisa menyebabkan pikun dalam usia dini.

Insomnia pada kalangan remaja juga bisa terjadi akibat ketergantungan terhadap sesuatu seperti game addicted, internet addicted, dan chatting addicted. Intinya, yang berbau unsur teknologi dan gaya hidup.

%d bloggers like this: