Keuntungan Berlimpah Film Kolosal Terbaik

Sumber: www.AnneAhira.com

Film serial televisi atau film layar lebar banyak diproduksi oleh industri hiburan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Amerika terkenal dengan Hollywood-nya, sedangkan di India dikenal dengan Bollywood-nya.

Demikian pula di Cina, industri hiburan negara tersebut memiliki kemajuan sangat pesat. Film-film produksi Cina, tidak hanya dikenal di dalam negaranya, tetapi bisa menembus pasaran Hollywood.  

Salah satu jenis film yang diproduksi industri hiburan merupakan jenis film kolosal. Film jenis ini diproduksi secara besar-besaran. Salah satunya dapat dilihat dari banyaknya aktor dan aktris yang terlibat.

Tentunya, jenis film kolosal ini memerlukan biaya yang tak sedikit pula. Mengingat, sarana dan prasarana pendukung film yang luar biasa besarnya. Akhirnya, hasil yang diperoleh untuk pembuatan suatu film kolosal sangat prima. Dari sekian banyak film kolosal yang diproduksi, di antaranya merupakan film kolosal terbaik.

Film Cut Nyak Dhien adalah salah satu film kolosal terbaik dari Indonesia. Selain itu, Braveheart, Lord of the Rings, atau Titanic adalah nama-nama judul film kolosal terbaik yang diproduksi oleh Hollywood. Sedangkan, film-film Bollywood pada umumnya merupakan film kolosal, salah satunya yang terbaik adalah Kuch Kuch Hota Hai.

Berikut ini dua film kolosal terbaik yang masih kerap diputar di stasion televisi swasta nasional. Kesempatan emas untuk Anda yang belum menyaksikan film-film berikut.

Braveheart

Film Braveheart menceritakan pertempuran yang dipimpin oleh pejuang berkebangsaan Skotlandia bernama Willliam Wallace. Kelak, Wallace dianugerahi gelar kebangsawanan Sir oleh kerajaan Inggris karena keberanian dan keteguhan hatinya. Dia mempertahankan tanah kelahirannya dari jajahan Inggris, saat itu diperintah oleh Raja Edward I. Meskipun menemui ajalnya, perjuangan Wallace tidak pernah surut. Para pengikut setianya melanjutkan perjuangan hingga bangsa Inggris pergi dari tanah Skotlandia.

Pada 1995, film Braveheart ditayangkan kali pertama sebagai film layar lebar. Film ini disutradarai dan dibintangi oleh Mel Gibson yang berperan sebagai William Wallace. Braveheart memenangi penghargaan penting di dunia perfilman Amerika saat itu, di antaranya adalah sebagai pemenang film terbaik dan penyutradaraan terbaik “Academy Award” ke-68.

Mengambil tempat di Skotlandia dan Irlandia, banyak hal dilakukan oleh Gibson untuk memperketat anggaran pembuatan film Braveheart. Salah satunya dengan menggunakan pemeran para pejuang dan tentara Inggris oleh orang yang sama, hanya dibedakan oleh janggut atau kumis. Pembuatan film ini memakai anggaran dana yang pas-pasan.

Pada masa tayangnya, film ini mencapai box-office. Keuntungan yang didapat pun lebih dari yang ditargetkan. Pada 1995, keuntungan film ini mencapai lebih dari 210 juta dollar Amerika dan dinyatakan sebagai peringkat ke-18 sebagai film dengan keuntungan terbesar.

Lord of The Rings

Lord of Ther Rings (LOTR) merupakan kisah trilogi film kolosal yang disutradarai oleh Peter Jackson, sutradara asal Australia. Trilogi film tersebut terdiri atas Lord of The Rings: The Fellowship of The Rings, Lord of The Rings: The Two Towers, dan Lord of The Rings: The Return of The King.

Anggaran rata-rata untuk pembuatan tiga film tersebut masing-masing 94 juta dollar Amerika, dengan pendapatan masing-masing hampir mendekati 10 kali lipatnya. Bahkan, pendapatan untuk trilogi ketiga mencapai 1 trililun lebih, semuanya dalam kurs dollar Amerika. Trilogi pertama berhasil menyabet penghargaan untuk film terbaik di Inggris (BAFTA), sedangkan trilogi ketiga memenangi film terbaik dalam “Academy Award”.

Inti cerita film ini adalah kisah perjalanan sembilan sahabat untuk menyelamatkan dunia dengan menghancurkan cincin kutukan ke kawah Mordor. Adapun orang yang secara langsung mendapat tugas untuk menghancurkan cincin tersebut adalah Frodo Baggins.

Bersama dengan sahabat karibnya, Samwise Gamgee, mereka berasal dari suatu daerah tenang tenteram bernama Shire. Meriadoc Brandybuck (Merry), Peregrin Took (Pippin), Gandalf (kelak berubah nama menjadi Mithrandir setelah berubah menjadi penyihir putih), Aragorn, Legolas, Gimli, dan Boromir adalah nama-nama tujuh orang yang melindungi dua sahabat kental ketika menunju kawah Mordor.

Perjalanan sembilan orang pelindung cincin terkutuk tidak berjalan mulus. Di tengah perjalanan, mereka terpencar sehingga masing-masing berjuang dengan caranya untuk melindungi tujuan perjalanan mereka.

Di antaranya Aragorn, Legolas, dan Gimli harus berjuang melawan pasukan bersenjata orc dan kawanan nashgul mempertahan Kerajaan Rohan (LOTR: The Two Towers) dan Kerajaan Gondor (LOTR: The Return of The King). Perjuangan dan pengorbanan mereka pun tak sia-sia karena cincin berhasil dimusnahkan dan peradaban manusia tidak hancur.  

Film fantasi-kepahlawanan ini banyak mengambil latar belakang tempat di New Zealand. Trilogi film ini pertama kali ditayangkan pada 2001. Trilogi selanjutnya berturut-turut ditayangkan pada 2002 dan 2003.

Film ini banyak melibatkan pemain. Tentunya, tidak sedikit pula anggaran dana dipakai untuk pembuatannya. Begitu banyak detail. Tengoklah perbedaan kesembilan pelindung cincin, mereka terdiri atas jenis-jenis makhluk yang berbeda, lengkap dengan perilaku dan kebiasaan masing-masing.

Ada manusia (Boromir), ada setengah manusia dan setengah elf (sejenis peri) (Aragorn), ada elf asli (Legolas), ada makhluk cebol (dwarf) (Gimli), ada hobbit (makhluk kerdil) (Frodo, Sam, Merry, dan Pippin), dan ada makhluk abadi yang hidup selama ribuan tahun (Gandalf). Semua rekaan makhluk tersebut tampak nyata.

%d bloggers like this: