Informasi Seputar Gunung Berapi

Sumber: www.AnneAhira.com

Gunung, gunung, dan gunung, sebuah kata yang sering kita dengar. Kata yang menggambarkan sebuah keindahan dan kebesaran atas maha karya-Nya. Dan apabila kita berbicara soal gunung maka kita kan cederung akan ingat istilah gunung api atau gunung berapi

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukanice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa tengah.

Fenomena yang terjadi di Kuwu tersebut oleh masyarakat setempat disebut dengan istilah Bledug Kuwu. Terdapat banyak gunung berapi di seluruh dunia, tetapi lokasi yang paling terkenal adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin api Pasifik (Pacific Ring of Fire), yang merupakan garis pergesekan antara dua lempengan tektonik

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin bertukar menjadi separuh aktif, menjadi padam, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati.

Bagaimanapun gunung berapi mampu menjadi padam dalam waktu 610 tahun sebelum bertukar menjadi aktif semula. Oleh itu, sukar untuk menentukan keadaan sebenarnya sesuatu gunung berapi itu, apakah sesebuah gunung berapi itu berada dalam keadaan aktif atau telah mati.

Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magma di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kemusnahan oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:

  • Aliran lava.
  • Letusan gunung berapi.
  • Aliran lumpur.
  • Abu
  • Kebakaran hutan.
  • Gas beracun.
  • Gelombang tsunami
  • Gempa bumi

Anda dan siapa pun akan takut apabila mengalami bencana yang sering kita sebut dengan istilah gunung meletus. Walaupun di lihat dari kegarangannya, ”Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan-Nya baik dalam bentuk yang terpelihara maupun dari segi bencana”.

Setiap bencana gunung berapi meletus pastilah akan menyebabkan kawasan di sekitar letusan itu menjadi subur. Walaupun sebelumnya terkena daya rusak akibat bencana ini. Hal  ini memungkinkan untuk mempermudah penanaman tanaman yang lebih baik dengan hasil yang lebih baik juga

Di setiap bencana pastilah ada hikmahnya. Tapi apakah setiap gunung itu memiliki bentuk yang sama, tentu saja tidak kita bisa mengelompokan gunung tersebut berdasarkan bentuknya.

Stratovolcano

Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), terkadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.

Perisai

Tersusun dari batuan aliran Lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.

Cinder Cone

Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.

Kaldera

Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.

%d bloggers like this: