Peruntungan & Tanggal Lahir Barack Obama

Sumber: www.AnneAhira.com

Tanggal lahir Barack Obama, 4 Agustus 1961, memang tidak berhubungan dengan keberhasilannya untuk dapat menduduki kursi Presiden Amerika Serikat ke-44.

Pria kelahiran Honolulu, Hawaii ini sejak 20 Januari 2009 secara resmi menggantikan George Walker Bush sebagai Presiden Amerika Serikat. Namun sekali lagi, itu tidak ada hubungannya dengan tanggal lahir Barack Obama.

Sebelum menjabat sebagai Presiden AS, Obama adalah seorang Senator Illinois yang pada 2009, sempat diumumkan sebagai nominator pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian.

Nominasi ini tentunya dikaitkan dengan kegigihannya mempromosikan diplomasi internasional dalam rangka menyelesaikan segala persoalan di dunia internasional.

Selain itu, Barack Hussein Obama adalah orang kulit hitam pertama yang berhasil menduduki jabatan politik tertinggi di Amerika Serikat. Dia juga blasteran Afrika-Amerika pertama yang diunggulkan oleh partai politik besar Amerika sebagai calon presiden. Bahkan dalam konvensi Partai Demokrat, dia harus bersaing ketat dengan mantan first lady AS, Hillary Clinton.

Kemenangan Barack Obama ini tidak mengejutkan dan sudah banyak diprediksikan orang. Karena mengusung tema kampanye “Change” yang berhasil menarik perhatian rakyat Amerika Serikat, terutama ibu rumah tangga dan orang lanjut usia  yang sudah lelah dengan keinginan Partai Republik untuk selalu menggelar perang.

Selain karena tema, faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah daftar donasi yang memberikan sumbangan untuk kampanye Obama. Bahkan daftar donasi ini, sebenarnya merupakan dukungan riil bagi seorang kandidat secara politis.

Sumbangan sebagai Indikasi Dukungan Politik

Ini agak berbeda dengan logika politik dalam model demokrasi ala Indonesia. Kebanyakan yang terjadi di sini adalah, politisi justru harus menghambur-hamburkan uang banyak untuk dapat menduduki jabatan publik tertentu. Mereka berupaya membeli dukungan politik rakyat.

Memang ada juga skenario yang menunjukkan seolah-olah seorang kandidat tertentu memperoleh sumbangan dana dari masyarakat untuk kepentingan kampanye politiknya. Namun, hasil audit sangat mengherankan.

Ada seseorang yang secara sosial ekonomi tidak layak, namun tercatat jadi penyumbang besar untuk tokoh politik tertentu. Belum lagi berbagai perusahaan yang dikabarkan sebagai penyumbang besar, dan setelah diverifikasi ternyata keberadaannya fiktif.

Untuk kasus yang demikian, layaklah dilayangkan kecurigaan terhadap asal usul dan status dana sumbangan tersebut. Terlebih dalam era demokrasi liberal ini, selalu terungkap skandal kejahatan perbankan sesaat setelah pemilu presiden digelar.

Dalam pemilu presiden 2004, kita menjumpai kasus skandal Bank Bali, dalam pemilu Presiden 2009 kita menemukan kasus skandal Bank Century. Modusnya sama, bail out. Inilah keajaiban politik di Indonesia.

Namun tidak demikian dengan yang terjadi pada Barack Obama. Kepercayaan rakyat terhadapnya cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan akumulasi sumbangan dengan nominal kecil, dibawah $200 bisa sejumlah 16,4 juta dollar, pada semester awal 2007.

Andaikata rata-rata penyumbang kecil ini menyumbang sebesar 10 dollar, maka terdapat sekitar 1,64 juta orang yang menyumbang dan mendukungnya. Hebatnya, itu terjadi dua tahun sebelum pemilihan. Sedangkan pada Februari 2008 jumlah itu sudah berakumulasi menjadi 90 juta dollar.

Tidak ada unsur money politic ataupun modus pencurian uang dalam kampanye politik Obama. Masyarakat dengan tulus menorehkan kepercayaannya kepada Obama.

Tentu saja hal ini didasarkan pada kredibilitas dan kapasitas Barack Obama yang pernah melakoni profesi sebagai pekerja sosial, ahli hukum, akademisi, pengacara, politisi dan senator. Kredibilitasnya sudah teruji dan dipercaya masyarakat.

Maka tidak mengherankan jika pada akhirnya Obama banyak menuai simpati dari masyarakat Amerika Serikat. Simpati ini diwujudkan dalam berbagai bentuk.

Mulai dari menghadiri kampanye Obama secara suka rela hingga pemberian sumbangan dana semampu mereka. Dan yang paling penting adalah pemberian suara pada saat pemilu berlangsung, sebagai manifestasi dukungan politik secara nyata.

Agaknya kita memang perlu mengkaji kembali tanggal lahir Barack Obama, siapa tahu dari perhitungan weton dan sejenisnya memang membawa keberuntungan.

%d bloggers like this: